Penjelasan IP Address serta perbedaan IPv4 dan IPv6

Penjelasan IP Address serta perbedaan IPv4 dan IPv6 - IP Address (Internet Protocol Address) adalah bilangan biner antara 32bit sampai 128bit yang unik dan tidak akan sama antara satu dengan lainnya yang dibuat untuk mengidentifikasi komputer host di jaringan internet. Definisi sederhananya IP Address adalah alamat yang digunakan pada perangkat yang terhubung pada jaringan komputer.

Penjelasan IP Address serta perbedaan IPv4 dan IPv6


Pengertian IP Address versi 4 dan versi 6


IP Address Versi 4
Internet protocol versi 4 atau  IPv4 adalah Jenis jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP / IP menggunakan protokol IP versi 4, IPv4 adalah versi pertama protokol internet yang digunakan pada tahun 1981. Panjang totalnya adalah 32-bit dan secara teoritis dapat mengatasi hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host diperoleh dari 256 (diperoleh dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256 = 4.294.967.296 host, ketika jumlah host yang ada sudah melebihi batas maksimum maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6 dengan jumlah host yang lebih banyak. Contoh IP versi 4 yang umum adalah 192.168.x.x untuk penjelasan lebih lengkap baca artikel berikut ini Cara Menentukan IP Address Pada Jaringan Komputer.

IP Address Versi 6
Internet protocol versi 6 atau  IPv6 adalah Internet protocol yang akan menggantikan versi  protokol Internet saat ini, yaitu IPv4 (Internet Protokol Versi 4)  digunakan hampir 2 dekade. Alasan utama upgrading ke Internet Protokol versi 6 adalah karena masalah keterbatasan alamat IP Address yang bisa digunakan. Menurut InterNIC alamat IP Address untuk di kelas A, B dan C sudah digunakan dan telah habis. Untuk mengatasi keterbatasan alamat IP tersebut maka solusinya adalah melakukan upgrade internet protokol ke Versi lebih baik dan tujuan konfigurasi IPv6 adalah untuk mengatasi masalah keterbatasan alamat IP tersebut.

Baca Artikel Berikut :Cara Mudah Menentukan IP Address Pada Jaringan Komputer

Perbedaan IPv4 dan IPv6


Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch. Baca artikel berikut Perbedaan Routing Static dan Dynamic.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

Baca Artikel BerikutKlasifikasi IP Address Berdasarkan Kelas, Jenis, Fungsi pada Jaringan Komputer

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap menjaga kelangsungan koneksi yang digunakan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket di Pecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Konfigurasi pada jaringan yang menggunakan IPv4 dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana saat sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.

Kesimpulan : IPv6 merupakan pengembangan dari IP Address versi sebelumnya yaitu IPv4 dengan mempunyai host/client lebih banyak dan sebagai solusi akan keterbatasan alamat.

Kurang lebih seperti itu Penjelasan IP Address serta perbedaan IPv4 dan IPv6 terima kasih sudah membaca artikel semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment