Definisi Serta Perbedaan Routing Static dan Dynamic juga Komponen Yang Dipakai

Definisi Serta Perbedaan Routing Static dan Dynamic juga Komponen Yang Dipakai - Untuk anak komputer dan jaringan mungkin istilah Routing sering didengar dari guru atau dosen yang menjelaskan atau materi yang dipelajari, tetapi untuk orang biasa atau newbie dalam dunia komputer dan jaringan masih membutuhkan penjelasan yang lebih spesifik lagi.

Definisi Serta Perbedaan Routing Static dan Dynamic juga Komponen Yang Dipakai

Pada artikel ini saya ingin memberikan informasi lengkap berbagai macam hal terkait Perbedaan Routing Static dan Dynamic yang tentunya akan menambah wawasan kita terkait istilah dan fungsi dari Routing ini dan mohon untuk membaca sampai selesai agar teman-teman dapat memahaminya secara keseluruhan.

Pengertian Fungsi Routing 


Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Routing berfungsi untuk menghubungkan suatu jaringan yang berbeda segmen agar busa mengirim paket data.

Baca juga : Cara Menentukan IP Address Pada Jaringan Komputer

Pada jaringan komputer termasuk jaringan WAN tentu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sudah tidak asing bagi kita yaitu sebagai alamat sehingga pengiriman paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP berfungsi membagi tugas masing-masing mulai dari penerimaan paket data sampai pengiriman paket data dalam sistem sehingga jika terjadi troubleshoot atau kesalahan dalam pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik.

Jenis Jenis Routing 


  1. Minimal Routing, merupakan proses Routing sederhana dan biasanya hanya pemakaian lokal saja.
  2. Static Routing, Routing yang dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
  3. Dynamic Routing, Routing dilakukan oleh sebuah Router pusat secara otomatis. Sehingga Router membuat table Routing secara otomatis dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan Router lainnya.

Keuntungan dan Kerugian Routing Static dan Dynamic


Static Routing

Keuntungan :
  • Lebih aman dari pada dynamic Routing terhadap metode spoofing (penyerangan jaringan). 

Kerugian :
  • Rentan terhadap kesalahan penulisan.
  • Lebih merepotkan dibandingkan dynamic Routing.

Dynamic Routing 

Keuntungan :
  • Lebih mudah untuk mengatur network yang besar.
  • Memilih jalur lain apabila terdapat kerusakan pada suatu jalur rusak. 

Kekurangan :
  • Jalur ditentukan oleh sistem bukan admin.
  • Membutuhkan RAM lebih untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down pada jaringan.
  • Update ARP table dibagikan ke semua komputer berarti mengkomsumsi bandwith.


Perbedaan Spesifik Antara Routing Static dan Dynamic 


Routing Static :
  • Berfungsi pada protokol IP
  • Router tidak dapat membagi informasi Routing
  • Routing table dibuat dan dihapus secara manual
  • Tidak menggunakan Routing protocol
  • Microsoft mendukung multihomed system seperti Router

Routing Dynamic :
  • Berfungsi pada inter Routing protocol
  • Router membagi informasi Routing scara otomatis
  • Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis
  • Terdapat Routing protoxol, seperti RIP / OSP
  • Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX / Spx

Bentuk Routing


  1. Direct Routing (direct delivery), paket data dikirimkan secara langsung dari komputer yang berada pada satu jaringan yang sama, sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway jaringan lain.
  2. Indirect Routing (indirect delivery), paket data dikirimkan dari komputer yang tidak terhubung pada satu jaringan atau berbeda sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.  

Komponen Routing


Dalam komponen Routing terdapat dua jenis komponen yaitu RIB dan FIB, berikut penjelasannya :

RIB (Routing information base), biasa disebut sebagai table Routing. RIB berisi daftar rute ke jaringan tertentu dan juga berisi metric (nilai/prioritas) dari masing-masing rute. Untuk table RIB bisa kita llihat di menu IP > Routes > Routes List.

Fungsi RIB :
  • Menyaring informasi Routing dari semua jenis Routing protocol.
  • Mengkalkulasi dan memilih jalur terbaik ke jaringan tertentu.Mendistribusikan informasi Routing ke Routing protocol lain.

Baca Juga :
  1. Cara Menentukan IP Address Pada Jaringan Komputer
  2. Klasifikasi IP Address Berdasarkan Kelas, Jenis, Fungsi pada Jaringan Komputer
  3. Cara Kerja IP DHCP Client-Server Serta Fitur Dan Kelebihan Kekurangan
  4. Klasifikasi Jaringan Komputer Berdasarkan Wilayah, Fungsi, Media Dan Topologi

FIB (Forwarding Information Base), Merupakan hasil olahan dari RIB yang telah tersaring atau informasi Routing yang disimpan dalam cache. Secara default (bila tidak ada ‘Routing mark’ yang digunakan) semua rute aktif akan ada pada tabel Routing utama (main), pada komponen ini hanya ada satu rule implicit yang tersembunyi bernama rule catch all yang menggunakan tabel utama untuk semua pencarian Routing.

Baca Juga :  Kelebihan Dan Kekurangan Routing RIP, EIGRP, OSPF, IGRP dan BGP

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, silahkan untuk meninggalkan komentar dibawah ini dan memberikan masukan setelah membaca. Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment